Rabu, 23 November 2011

nasib artis dan aktor di korea utara

Radio Free Asia (RFA), sebuah organisasi nirlaba yang mengoperasikan stasiun radio dan sumber berita internet, baru-baru ini menerbitkan sebuah cerita tentang selebriti Korea Utara yang dilupakan karena Hallyu Wave. Rupanya, film dan drama Korea Selatan menyebar seperti api di dalam negeri yang terisolasi tersebut dan melahap film-film berkualitas rendah Korea Utara.

Menurut orang dalam di Korea Utara, “Saya tidak tahu apa-apa tentang lagu baru Korea Utara atau film yang telah dirilis. Hanya ada 3-4 film yang diproduksi setiap tahun, tapi karena ada film Korea Selatan begitu banyak bermunculan, tidak ada yang memberikan perhatian pada kami...”

Bukan hanya film Korea Utara memiliki kualitas rendah karena anggaran tidak mencukupi, mereka tidak memiliki kreativitas dan dianggap membosankan karena semua materi hanya memuji keluarga Kim Il Sung. Dengan demikian, dilaporkan bahwa para warga negara dan pemuda disana sama sekali mengabaikan film dan hiburan yang dihasilkan oleh negara mereka sendiri.

Selebriti Korea Utara menderita secara signifikan karena Hallyu Wave, terutama karena selebriti Korea Selatan yang mendapatkan banyak popularitas, sementara selebriti Korea Utara menjadi terlupakan. Beberapa orang dalam menyatakan, “Orang-orang yang terkait dengan bisnis hiburan Korea Utara mengabaikan tuntutan rakyat dan semata-mata fokus pada propaganda Kim Jong Il. Orang dapat memperkirakan akhir dari industri hiburan Korea Utara.”

Para pemuda Korea Utara yang membelot dari negara tersebut dapat menyebutkan beberapa nama bintang dalam beberapa film Korea Selatan termasuk ‘Stairway to Heaven’ dan ‘Scent of a Man’, sementara mereka tidak mampu untuk mengingat setiap nama aktor / aktris dari film Korea Utara.Radio Free Asia (RFA), sebuah organisasi nirlaba yang mengoperasikan stasiun radio dan sumber berita internet, baru-baru ini menerbitkan sebuah cerita tentang selebriti Korea Utara yang dilupakan karena Hallyu Wave. Rupanya, film dan drama Korea Selatan menyebar seperti api di dalam negeri yang terisolasi tersebut dan melahap film-film berkualitas rendah Korea Utara.

Menurut orang dalam di Korea Utara, “Saya tidak tahu apa-apa tentang lagu baru Korea Utara atau film yang telah dirilis. Hanya ada 3-4 film yang diproduksi setiap tahun, tapi karena ada film Korea Selatan begitu banyak bermunculan, tidak ada yang memberikan perhatian pada kami...”

Bukan hanya film Korea Utara memiliki kualitas rendah karena anggaran tidak mencukupi, mereka tidak memiliki kreativitas dan dianggap membosankan karena semua materi hanya memuji keluarga Kim Il Sung. Dengan demikian, dilaporkan bahwa para warga negara dan pemuda disana sama sekali mengabaikan film dan hiburan yang dihasilkan oleh negara mereka sendiri.

Selebriti Korea Utara menderita secara signifikan karena Hallyu Wave, terutama karena selebriti Korea Selatan yang mendapatkan banyak popularitas, sementara selebriti Korea Utara menjadi terlupakan. Beberapa orang dalam menyatakan, “Orang-orang yang terkait dengan bisnis hiburan Korea Utara mengabaikan tuntutan rakyat dan semata-mata fokus pada propaganda Kim Jong Il. Orang dapat memperkirakan akhir dari industri hiburan Korea Utara.”

Para pemuda Korea Utara yang membelot dari negara tersebut dapat menyebutkan beberapa nama bintang dalam beberapa film Korea Selatan termasuk ‘Stairway to Heaven’ dan ‘Scent of a Man’, sementara mereka tidak mampu untuk mengingat setiap nama aktor / aktris dari film Korea Utara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar